XMINNOV
中文版  한국어  日本の  Français  Deutsch  عربي  Pусский  España  Português
Rumah >> Aktivitas & Berita >> Pengetahuan IoT
Pengetahuan IoT

Hingga 8% inventaris perusahaan dibumbukan dalam vain

Berita diposting di: - oleh - RFIDtagworld XMINNOV Produsen Tag RFID / ID Berita:5963

Hingga 8% inventaris perusahaan dibumbukan dalam vain

Dalam lingkungan bisnis yang sangat kompetitif saat ini, setiap sumber daya perusahaan muncul sangat berharga. Namun, ekonomi global berjuang di jalan untuk pemulihan, dan masalah overproduksi dan limbah di perusahaan menjadi semakin parah. Menurut statistik, hampir 8% inventaris telah memburuk atau dibuang karena berbagai alasan, yang tidak diragukan lagi bencana diam untuk perusahaan. Ini tidak hanya mengakibatkan kerugian ekonomi besar, tetapi juga mempengaruhi efisiensi operasional dan daya saing pasar perusahaan. Dihadapkan dengan dilema ini, teknologi yang disebut RFID (Radio Frequency Identification) diam-diam muncul, membawa harapan baru kepada perusahaan.

Poin nyeri dan tantangan manajemen inventaris

Sistem manajemen inventaris tradisional sering bergantung pada perekaman manual dan pemindaian barcode, yang tidak hanya memakan waktu dan intensif tenaga kerja, tetapi juga rentan terhadap kesalahan. Karyawan harus menghabiskan banyak waktu secara manual menginventaris, dan kesalahan manusia tidak jarang. Selain itu, karena kurangnya mekanisme pembaruan data real-time, sulit untuk manajemen perusahaan untuk memperoleh informasi inventaris yang akurat dan membuat keputusan ilmiah.

Model manajemen yang tidak efisien ini langsung mengarah ke sejumlah besar backlog inventaris dan kehilangan. Menurut Tinjauan Bisnis Harvard, alasan utama untuk limbah inventaris di perusahaan termasuk perkiraan permintaan yang tidak akurat, backlog inventaris berlebih, dan penanganan produk yang tidak tepat. Faktor-faktor ini mengakibatkan sekitar 8% inventaris yang terbuang setiap tahun, menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh McKinsey&Company menunjukkan bahwa global, industri ritel kehilangan sekitar $ 45 miliar setiap tahun karena manajemen inventaris yang tidak benar. Kerugian ini tidak hanya perubahan numerik, tetapi juga secara langsung mempengaruhi arus kas perusahaan, margin laba, dan kepuasan pelanggan.

Keuntungan dan Aplikasi Teknologi RFID

Dalam konteks ini, teknologi RFID telah muncul sebagai solusi yang baik untuk masalah manajemen inventaris. Sistem RFID secara otomatis mengidentifikasi objek target melalui sinyal frekuensi radio nirkabel dan mendapatkan data yang relevan. Keuntungan terbesarnya adalah bahwa pengakuan dapat diselesaikan tanpa kontak, sangat meningkatkan efisiensi kerja dan akurasi.

Secara khusus, tag RFID dapat dilampirkan ke setiap produk atau kemasan, dengan setiap tag memiliki pengenal unik yang dapat menyimpan informasi produk yang kaya. Ketika produk dengan tag RFID melewati pembaca, informasi yang relevan akan secara otomatis dikumpulkan dan ditransmisikan ke database backend. Dengan cara ini, manajer perusahaan dapat memahami status dan lokasi setiap inventaris setiap saat melalui sistem informasi, mencapai visibilitas "end-to-end".

Perubahan dan peluang yang dibawa oleh RFID

Setelah memperkenalkan teknologi RFID, perusahaan akan menikmati kenyamanan dan manfaat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pertama, kecepatan penghitungan persediaan telah meningkat secara signifikan. Inventaris manual tradisional dapat mengambil beberapa hari atau bahkan minggu untuk menyelesaikan, sementara menggunakan teknologi RFID dapat dilakukan hanya dalam beberapa jam. Kedua, mengurangi tingkat kesalahan inventaris. Karena tingkat otomasi tinggi dan gangguan manusia minimal dalam sistem RFID, data inventaris lebih akurat dan andal. Akhirnya, telah meningkatkan efisiensi keseluruhan rantai pasokan. Dengan pemantauan real-time status inventaris, perusahaan dapat menyesuaikan rencana produksi dan pengadaan sesuai permintaan pasar, menghindari fenomena surplus inventaris atau kekurangan.

Sebuah penelitian oleh Jurnal Teknologi Logistik mengatakan bahwa setelah adopsi teknologi RFID, ecer Wal Mart telah mencapai 95% dari akurasi pelacakan dalam rantai pasokan, jauh lebih tinggi dari 70% sebelumnya. Melalui perkiraan permintaan yang tepat dan pemantauan real-time, RFID dapat membantu perusahaan mengoptimalkan tingkat persediaan, menghindari pengadaan yang berlebihan dan barang-barang yang tidak lama. Misalnya, merek pakaian Zara telah memanfaatkan teknologi RFID untuk mengurangi tingkat inventaris di gudangnya, meningkatkan kecepatan peluncuran produk baru, dan dengan demikian mengurangi limbah inventaris.

Hingga 8% inventaris perusahaan terbuang, yang merupakan masalah yang tidak dapat diabaikan. Tidak hanya mengikis margin laba perusahaan, tetapi juga menghalangi perkembangan berkelanjutan mereka. Teknologi RFID, dengan efisiensi dan presisi tinggi, menyediakan alat yang kuat untuk memecahkan masalah ini. Dengan memperkenalkan teknologi RFID, perusahaan tidak hanya dapat mengurangi kerugian inventaris secara signifikan, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan dan responsif pasar.